Kabupaten Sidoarjo (MTsN 1) – Dalam menyambut Hari Ulang Tahun Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, MTsN 1 Sidoarjo menggelar upacara bendera yang diikuti oleh seluruh warga madrasah baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan di halaman utama pada Sabtu (17/08).
Upacara bendera berlangsung sangat khidmat, terlebih ketika pasukan pengibar bendera Denbrasda memasuki halaman upacara. Dentakan kaki yang seirama serta kepakan bendera membuat suasana menjadi haru. Tak hanya itu, usai upacara pasukan Denbrasda melakukan kepiawaiannya dalam baris berbaris serta sebagai rasa syukurnya Denbrasda memberikan tumpeng makanan sehat berupa hasil bumi seperti umbi-umbian dan kacang-kacangan kepada seluruh warga madrasah. Hasil bumi sebagai simbolis ungkapan rasa Syukur akan perjuangan rakyat Indonesia terdahulu dalam memperoleh kemerdekaan. Upacara ditutup dengan pengumuman hasil lomba dalam menyemarakkan kemerdekaan RI yang digelar pada 14-16 Agustus sebelumnya.
Achmad Saifullah selaku kepala madrasah yang bertindak sebagai pembina upacara dalam amanatnya tentang perjuangan kepada seuruh peserta upacara. Beliau menyebutkan bahwa, hari ini seluruh bangsa Indonesia berdiri di atas sejarah panjang yang telah ditorehkan oleh para pahlawan bangsa, tokoh-tokoh agama. Mereka yang mengorbankan segala darah, harta dan bahkan nyawa demi kemerdekaan yang dapat kita nikmati bersama saat ini.
“Nusantara Baru Indonesia Maju, merupakan tema peringatan HUT Ke-79 RI tahun ini, mencerminkan semangat juang kita untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada mereka, serta melanjutkan perjuangan mereka melalui langkah nyata dalam membangun agama, bangsa dan negara. Karena kemerdekaan ini banyak diperjuangkan juga oleh tokoh agama kita,” imbuhnya. (Senja)



Kabupaten Sidoarjo (MTsN 1) – Tim Research MTsN 1 Sidoarjo kembali berkiprah dalam ajang research Internasional AISEEF. Kompetisi Internasional yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) bersama Universitas Diponegoro pada 02-05 Februari 2024 yang diikuti oleh 4 tim research dari MTsN 1 Sidoarjo.


Karya-karya yang mengikuti dalam ajang AISEEF yakni Biofoem of Heavy Metal Plumbum (Pb) in Lapindo Mud Using Water Hyacinth (Eichornia crossipes) and Red Mussel Shell Chitosan (Muschelita senhausia) bentuk pengolahan untuk mengatasi pencemaran air dengan menggunakan sample air yang terkontaminasi dengan Sungai Lapindo dengan menggunakan tanaman eceng gondok dan cangkang kerang merah yang dijadikan mikroenkapsulasi, karya ini dikomandoi oleh Meyvira Aghna Safiqha Putri dari kelas 9F; Aerrum dysmenorrhea: Microencapsulation of maja (Aegle marmelos) and Tebu Hijau (Saccharum officinarum) extracts as a primary dysmenorrhea medicine yang dikomandoi oleh Rezaline Amellia Sayogo dari Kelas 9F; VICIPA, Vitamin C paper Business Innovation Based on Golden Banan Blossoms (Musa acuminate Colla) and sea Grapes (Claura sp.) yakni Inovasi usaha vitamin C paper berbasis jantung pisang mas (Musa acuminata colla) dan Anggur laut (Caulerpa sp) yang dikomandoi oleh Dzakiyah Talita Sakhi dari kelas 8B; Analysis of the impact of “sahabat Museum” in increasing the number of visits to the “Mpu Tantular” State Museum yakni Analisis dampak sahabat Museum dalam meningkatkan jumlah kunjungan Museum Negeri Mpu Tantular yang dikomandoi oleh Belicia Dewani Hannan Baqi 7E.
Keempat tim research yang mengikuti lomba AISEEF secara offline mendapat 4 medali emas, 1 tim yang dinobatkan sebagai best presentation, 1 medali kategori special award from New Era Assosiation Romania serta IYSA Grand Prize berupa uang tunai. Belicia salah satu peserta AISEEF termuda dari delegasi MTsN 1 Sidoarjo yang memiliki pengalaman pertama mengikuti kompetisi ini merasa sangat senang mendapat experience baru dengan mengikuti kompetisi ini, “Alhamdulillah, seru sekali. Mengenal banyak teman baru, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Menang dalam kompetisi ini adalah bonus. Tujuan kami adalah mengukur kemampuan dalam mengembangkan ide untuk menghasilkan suatu karya. Ternyata, tidak sulit jika kita ada kemauan terlebih bisa bermanfaat ke depannya,” ungkapnya. 














