Workshop-Perpus-Pak-Hari-1250x700

Workshop Memanfaatkan Perpustakaan Untuk Pembelajaran Digital di MTsN 1 Sidoarjo

MTs Negeri 1 Sidoarjo– Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Sidoarjo menggelar Workshop bertajuk,”Memanfaatkan Perpustakaan untuk Pembelajaran Digital.” Workshop digelar selama dua hari, pada 16-17 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan bapak/ibu guru dalam menghadapi era digital seperti saat ini. Bagaimana cara memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar yang lebih efektif dengan cara yang inovatif.

Workshop resmi dibuka pada pukul 08.00 WIB. Sebagai pembawa acara Siti Ta’mirul Ummah memberikan kesempatan kepada Kepala Madrasah Achmad Saifullah untuk memberikan sambutan pembukaan. Dalam sambutannya Ia menyampaikan pentingnya literasi digital dalam dunia pendidikan saat ini. “Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.”

Pada kesempatan ini Moh. Arwani selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo berkenan menghadiri acara tersebut, dan didampingi oleh Kasi Pendma Ahmad Fathoni.

Moh. Arwani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak Kepala MTsN 1 Sidoarjo dan keluarga besar madrasah atas terselenggaranya Workshop digitalisasi seperti saat ini. Ia berharap semoga kegiatan ini berjalan lancar dan berharap ada kegiatan tindak lanjut agar memberikan manfaat kepada madrasah.

Atas inisiasi dari Bapak Kepala Madrasah Achmad Saifullah, maka kegiatan Workshop digitalisasi dapat terealisasi. Pada kesempatan pagi ini MTsN 1 Sidoarjo mengadakan MOU dengan Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya, sekaligus diadakan penandatanganan dan serah terima bukti MOU secara simbolis diantara keduanya.

Pada kegiatan kali ini materi akan disampaikan oleh narasumber yang berkompeten di bidangnya mereka adalah; Prof. Evi Fatimatur Rusydiyah, M. Ag, Agus Prasetyo kurniawan, M.Pd, Hary Supriyatno, S.Ag., M.Pd. Desiana Ekasari Putri,  Amira Oribia Wanda Sasmita, S. IIP dan Adheari Sya’ban Nogrohaji, S.Pd.

Para peserta workshop, yang terdiri dari guru muda yang masih energik dan bapak/ibu guru yang mendekati masa purna, terlihat begitu antusias mengikuti penjelasan materi dari narasumber. Materi yang disampaikan semuanya berisi daging yang mana para peserta workshop tidak ragu untuk siap eksen.

Pada setiap sesi peserta diajak untuk mengakses dan menavigasi berbagai platform dan aplikasi perpustakaan digital yang belum diketahui maupun yang tersedia di madrasah. Setelah itu dilanjutkan dengan demonstrasi secara langsung tentang penggunaan platform perpustakaan digital.

Ternyata dengan perpustakaan digital, kita bisa mengakses buku-buku referensi yang sulit ditemukan di perpustakaan konvensional. Dengan perpustakaan digital memungkinkan akses cepat dan lebih mudah ke berbagai sumber belajar, baik itu e-book, maupun multimedia, sehingga sangat membantu dalam proses pembelajaran yang lebih interaktif dan dinamis.

Pada sesi penutupan diadakan refleksi dan tanya jawab. Para peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapat dan pengalaman mereka selama mengikuti workshop.

Achmad Saiful menyampaikan harapannya agar setelah workshop ini bapak/ibu guru bisa segera mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar mengajar dan semoga menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MTsN 1 Sidoarjo. (vie’)

#KementerianSemuaAgama

Workshop-Ecoprint_awal-templ-daun-1250x700

Menumbuhkan jiwa kreativitas, Sejumlah 322 siswa MTsN 1 Sidoarjo Mengikuti Workshop Ecoprint Teknik Steam

MTs Negeri 1 Sidoarjo – Salah satu kunci sukses dalam  mempersiapkan kualitas Generasi emas 2045 hendaklah anak didik dibekali beberapa keterampilan untuk menumbuhkan jiwa kreativitas, inovasi dan berpikir mandiri. Hal ini sangat diperlukan untuk menghadapi persaingan global yang ada di masyarakat saat ini.

Rabu (12/6) MTsN 1 Sidoarjo menggelar Workshop Ecoprint dengan menggunakan teknik steam, dengan mengusung tema,”Seni Tekstil Ramah Lingkungan.” Workshop digelar di aula atas,  yang  diikuti oleh siswa-siswi kelas 7A sampai dengan 7J,  sejumlah 322 peserta. Dengan rasa ingin tahunya tentang apa itu ecoprint, siswa-siswi madrasah terlihat begitu antusias mengikuti kegiatan workshop.

Kegiatan workshop dimulai pada jam 08.00 WIB hingga selesai.  Sebagai pembuka acara, Bapak kepala madrasah Achmad Saifullah menyampaikan sambutan dengan memberikan motivasi kepada para peserta didik. “Semoga dengan pemberian tambahan keterampilan melalui Workshop Ecoprint, dapat memberikan manfaat  bagi anak-anak untuk kedepannya.” ujar beliau.

Workshop digelar dalam rangka mengimplementasikan pembelajaran Seni Budaya pada materi Ragam Hias. Ecoprint merupakan seni penempelan daun pada kain, menggunakan  teknik pewarnaan alam dengan cara menempel bentuk asli tumbuhan (daun, bunga) sebagai motif kepermukaan kain yang kita inginkan.

Bahan yang digunakan merupakan bahan tekstil ramah lingkungan, yang tersedia di alam. Tanaman yang dapat dipakai seperti, daun jati, tabebuya, daun jarak, yodium, kenikir dan flamboyan. Daun tersebut jika ditempel akan mengeluarkan pewarna asli dan alami. Madrasah berkolaborasi dengan narasumber dan sekaligus pemandu kegiatan workshop yaitu Ibu Unik, yang dibantu oleh beberapa karyawannya, dan juga Bapak/Ibu guru mapel Seni Budaya, Ninik Rachmawati, Yustitia Andromeda, dan Ahmad Alif Al Faraby.

Pada kegiatan awal peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Selanjutnya diperkenalkan alat-alat serta bahan-bahan yang akan dipergunakan. Sebagai bahan yang harus dipersiapkan meliputi, kain 1 set, tro,  tawas, soda kue, cuka, kapur tohor, dan tunjung. Proses pembuatan ecoprint kali ini dengan menggunakan teknik steam.

Proses selanjutnya Scoring, pada proses ini siapkan 2 liter air, kemudian tambahkan tro 1sdm untuk kain 1 set. Lalu rendam selama 30 menit sembari dikucek, setelah itu bilas sampai bersih lanjut ke proses mordan.

Proses berikutnya Mordanting, yang perlu dipersiapkan adalah tawas 50 gr, soda kue 30gr, cuka 75ml dan 2,5 liter air, setelah itu rendam kain selama 24 jam. Selanjutnya rendam kain dalam larutan kapur tohor selama 10 menit (kapur tohor 5sdm larutkan dengan 5 liter air hangat). Kemudian peras kain utama, bentangkan.   Lanjutkan dengan menata dedaunan yang mau dipakai motif.  Penataan daun jangan asal ditempel, namun ditata atau didesain yang bagus sesuai dengan keinginan dan kreativitas siswa.

Kemudian kain blanked direndam ke dalam larutan tunjung selama 5 menit. Tunjung 5gr larutkan ke dalam air 1,5 liter. Lalu peras kain hingga tidak ada tetesan air. Selanjutnya proses steaming (kain dikukus) selama 2 jam.

Proses berikutnya setelah dikukus, kain dibuka kemudian pembersihan sisa-sisa daun. Langkah berikutnya, kain diangin-anginkan di tempat yang teduh sampai kering (selama 7 hari). Lalu proses pewarnaan sesuai dengan selera. Tahap terakhir yaitu fiksasi (pencucian akhir),  hasil yang sudah selesai disteam  dicuci dengan tawas. Kemudian dijemur lagi di tempat yang teduh.

Semoga workshop ini membawa banyak manfaat, seperti harapan bapak kepala madrasah pada awal sambutan. Ecoprint memerlukan ketelatenan dan sentuhan seni. (Vie’)