Home Blog Kegiatan Sekolah Peringati 10 Muharram, Dharma Wanita MTsN 1 Sidoarjo Santuni Yatim-Piatu

Kegiatan Sekolah

Selasa, 10 September 2019

Peringati 10 Muharram, Dharma Wanita MTsN 1 Sidoarjo Santuni Yatim-Piatu

Kabupaten Sidoarjo  (MTsN 1) – Momentum bulan Muharram atau bulan Suro (Kalender Jawa) menjadi momentum emas bagi umat Islam dalam meningkatkan kualitas ketaqwaan kepada Allah SWT, salah satunya dengan menyantuni anak yatim-piatu.

Hal itu kemudian menjadi semangat Dharma Wanita Persatuan MTsN 1 Sidoarjo untuk mengadakan kegiatan menyantuni 47 anak yatim-piatu MTsN 1 Sidoarjo, Selasa (10/9) di ruang Aula Utama MTsN 1 Sidoarjo. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala madrasah dan seluruh dewan guru.

Kegiatan ini diisi dengan penampilan peserta seperti bernyanyi, ceramah agama, sholawat dan qiroatil Qur’an. Tangis kemudian pecah ketika salah satu peserta bernama Sachio siswi kelas 7E menyanyikan lagu berjudul “Bunda” dari Melly Goeslow dan “Ayah” ciptaan Rinto Harahap.

Menurut Kepala Madrasah MTsN 1 Sidoarjo, Achmad Saifullah, Muharram adalah bulan tarbiyah, bulan sakral  dan satu di antara empat bulan yang Allah SWT mewajibkan hamba-Nya untuk menghormatinya.

“Muharram menjadi sakral dan membumi di nusantara karena memiliki landasan ayat-ayat Al Quran, sebagaimana termaktub dalam firman Allah Surat At Taubah ayat 36,” Ujar Abah Saiful, sapaan akrab Achmad Saifullah saat sambutan pembukaan acara.

Sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, umat Islam disunnahkan berpuasa selama dua hari di bulan Muharram yakni di antara tanggal 9, 10, dan 11, “Boleh memilih tanggal 9 dan 10 atau tanggal 10 dan 11 agar ibadah puasa kita tidak menyerupai puasanya kaum Yahudi, Selain puasa yang dua hari itu kita juga dianjurkan untuk berbagi dengan anak yatim-piatu,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Dharma Wanita MTsN 1 Sidoarjo, Laili Qodriyah menyebutkan bahwa di samping mencari keberkahan dan kemajuan MTsN 1 Sidoarjo, santunan anak yatim ini dilaksanakan dalam rangka ngurip-nguripi budaya Islam Jawa yang saat ini mulai luntur dan ditinggal generasi muda.

“Kegiatan ini rutin diadakan tiap tahun agar kita tidak lupa untuk bersyukur dan berbagi baik harta maupun kasih sayang,” kata Laili Qodriyah.

Beliau kemudian berpesan kepada para peserta agar tetap semangat meneruskan perjuangan hidup meski tanpa orang tua yang mendampingi, tetap tekun dan istiqomah dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

“Anak yatim memiliki keistimewaan di dunia dan akhirat, jangan berkecil hati. Kita yang menyantuni juga mendapat jaminan akan mendapat pertolongan Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak,” ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan pembagian bingkisan kepada peserta yang berisi tas sekolah, nasi kotak, air mineral botol dan uang infaq yang berhasil dikumpulkan oleh Dharma Wanita MTsN 1 Sidoarjo sebelum kegiatan berlangsung. (MN)