Naufal, Murid Berprestasi di Tengah Pandemi

Pasien Covid-19 terus bertambah hingga mencapai satu juta. Dampak dari penyebaran Covid-19, maka pembelajaran dilakukan secara daring, meski begitu tidak menutup peluang bagi siswa untuk tetap bisa berprestasi. MTsN 1 Sidoarjo membuka peluang itu dengan mencari berbagai lomba yang memungkinkan untuk diikuti oleh siswa-siswinya. Salah satunya adalah Bilingual Muslimat Competition (BMC).

Banyak sekali siswa-siswi MTsN 1 Sidoarjo dengan semangat mengikut lomba BMC itu. Salah  satunya adalah Naufal Aufa Rahatta dari kelas 7A. Dia berhasil menjadi juara 2 dari ratusan peserta yang mengikuti lomba Bilingual Muslimat Competition. Usaha yang dia lakukan dari dulu telah membuahkan hasil. Ia mengaku bahwa sering sekali mengerjakan soal semacam olimpiade. Laki laki berambut pendek ini sangat suka matematika sedari kecil.

Naufal adalah pribadi yang humbel, dan mudah bergaul. Dia seorang yang ceria, karena hal itu ia sangat dikenal di kalangan siswa kelas 7. Selain itu, Naufal juga sangat aktif saat jam pelajaran. Ketika ada sesi tanya jawab paling tidak dia menanyakan satu pertanyaan. Selain itu, ia juga sangat tepat waktu saat mengumpulkan tugas. Ya, pemuda yang nyaman dipanggil Naufal ini sangat rajin, apalagi di saat pelajaran matematika dan bahasa Inggris. Ia sangat gemar menonton film dengan subtitle bahasa Inggris, hal itu menyebabkan ia pandai berbahasa Inggris.

Selain bahasa Inggris, Naufal juga pandai dalam matematika. Sedari kecil Naufal suka berlatih, jadi dia mulai terbiasa dengan soal semacam HOTS (Highter Order Thingking Skills). Latihan yang dilakukan setiap hari adalah dengan mengerjakan latihan soal olimpiade tahun lalu dengan pembahasan lengkap. Ia juga sering melihat video tentang cara cepat dalam bahasa Inggris. Tak lupa juga ia selalu mengerjakan soal yang terdapat di bukunya sebagai latihan tambahan. Itu dia beberapa contoh latihan yang dilakukan oleh Naufal.

Kompetisi  ini terdiri dari tiga babak, yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Pada babak penyisihan dan semifinal dilakukan secara online, sedangkan babak final dikerjakan secara offline. Soal pilihan ganda diselesaikan pada babak penyisihan, dan soal uraian diselesaikan pada saat semifinal. Pada babak final hampir sama dengan babak semifinal. Selain menyelesaikan soal uraian, juga ada tambahan penilaian yaitu presentasi. Namun, bagi Naufal babak semifinal ternyata lebih sulit dibandingkan babak final. Meski pada babak final agak grogi saat presentasi, Naufal bisa menunjukan performa yang terbaik sehingga ia mampu meraih juara 2. Hal itu disambut baik oleh Kepala MTsN 1 Sidoarjo, Achmad Saifullah bahkan dia secara langsung memberikan piala kepada Naufal Aufa Rahatta.

Itulah salah satu contoh bahwa MTsN 1 Sidoarjo tidak diam saja saat pandemi ini. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu bagi siswa-siswinya dengan mengikuti kegiatan lomba guna memotivasi siswa-siswinya untuk tetap semangat dalam belajar. Begitupun dengan kegiatan lainnya, seperti kegiatan ekstrakurikuler, yang terpenting tetap mengikuti protokol kesehatan. Apalagi di masa pendidikan dasar ini adalah masa yang tepat untuk menggali potensi diri masing-masing siswa. Selain Naufal masih banyak siswa-siswi MTsN 1 Sidoarjo yang berprestasi pada saat maraknya wabah virus corona. Semua itu adalah bukti bahwa pelajar MTsN 1 Sidoarjo adalah pelajar yang cerdas dan diharapkan ke depan mampu menjadi penerus yang baik untuk negeri Indonesia tercinta. (Alfurqonee, 7A)