Rapat Koordinasi IPMLHS Dan Penyusunan Program Kerja Adiwiyata

Kab. Sidoarjo (MTsN 1) – Dalam rangka menuju target madrasah adiwiyata, MTsN 1 Sidoarjo menggelar rapat koordinasi IPMLHS (Identifikasi Potensi Masalah Lingkungan Hidup di Sekolah) serta Penyusunan Program Kerja Adiwiyata.

Rapat koordinasi penyusunan program kerja adiwiyata telah digelar pada hari Kamis pagi (07/10) bertempat di auditorium Hasan Al-Bashri. Sesuai dengan undangan tepat pukul 09.30 WIB dimulai. Rapat dipimpin oleh kepala madrasah yang dihadiri oleh Ketua komite madrasah Abdul Ghofur, seluruh anggota pokja Adiwiyata beserta perwakilan OSIS. Kegiatan ini dipandu oleh Ida Puspitarini selaku Waka Kesiswaan dan acara dibuka dengan bacaan surat Al Fatihah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam sambutannya Achmad Saifullah mengapresiasi hasil kerja yang selama ini telah dilakukan oleh masing-masing pokja, beliau berpesan bahwasannya kemampuan saja belum cukup akan tetapi harus disertai dengan kemauan dan kerja keras untuk mewujudkan semua keinginan kita bersama demi suksesnya Adiwiyata.

Adapun acara selanjutnya yakni sambutan oleh Abdul Ghofur, selaku ketua komite MTsN 1 Sidoarjo,”Apapun yang kita kerjakan hendaknya selalu ada kebersamaan, karena dengan adanya kebersamaan nantinya akan dapat terwujud apa yang kita inginkan.” “Manfaatkan waktu, berjuanglah untuk madrasah sekecil apapun pasti akan ada nilainya.” Imbuhnya.

Dian Safitri selaku ketua pelaksana Adiwiyata, beliau yang menyusun seluruh konsep, sekaligus sebagai motivator, fasilitator dan mengkoordinir serta mengkondisikan pelaksanaan Adiwiyata. Pada kesempatan kali ini masing-masing pokja diminta untuk memaparkan tentang potensi apa saja yang ada di madrasah yang meliputi potensi daerah dan potensi global, permasalahan apa saja yang dihadapi dan sekaligus solusi apa yang harus dilakukan dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Sebagai tindak lanjut kegiatan yang telah dilakukan oleh pokja kebersihan, yakni menyadarkan seluruh warga madrasah untuk membiasakan agar membuang sampah pada tempatnya, peserta didik dapat mengerti pentingnya memilah-milah sampah, peserta didik dapat membedakan bahwa barang bekas (sampah kertas, sampah daun, sampah botol, dll) tidak hanya dibuang akan tetapi dapat dimanfaatkan. Pokja Kebersihan juga telah menyediakan tong sampah warna B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Tong sampah berwarna ini tidak hanya sekadar alasan estetis pemberian warna, namun penggunaan warna tersebut disesuaikan dengan kemanfaatannya, diantaranya, a). Tong sampah berwarna hijau untuk sampah jenis organik, yakni sampah yang berjenis daun, ranting dan sisa makan.b). Tong sampah berwarna biru untuk jenis sampah anorganik, yakni sampah yang berjenis plastik, kaca, kaleng, bekas lampu, obat nyamuk.c). Tong sampah berwarna merah seperti sampah B3, yakni sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, seperti baterai, bahan kimia, alat medis atau obat-obatan.

Marilah mulai sekarang kita lebih bijak untuk bisa memilah sampah sesuai dengan tempat yang sudah disediakan agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Jadikan sampah sebuah anugerah bukan sebuah musibah. (Vie)